
Monday, March 05, 2012
Jalan- jalan Mengunjungi Gedung Bersejarah di Bandung
Sampurasun,Dari kawasan Arcamanik menju ke Gasibu, tampak salah satu landmarknya Kota Bandung yaitu Gedung Sate, bangunan bersejarah yang dibangun oleh pemerintah kolonial pada tahun 1920 yang hingga kini masih kokoh berdiri dan dijadikan kantor pemerintahan Provinsi Jawa Barat.
Dari kawasan Gedung Sate, perjalanan dilanjutkan menuju daerah Ciateul atau Jalan Inggit Garnasih. Di sini kami mengunjungi sebuah rumah yang dulunya merupakan rumah tinggal ibu Inggit Garnasih beserta Presiden Soekarno. Sebagai informasi Ibu Inggit Garnasih merupakan perempuan di balik kegemilangan sang proklamator Soekarno dalam mencetuskan ide kebangsaan serta berjuang merebut kemerdekaan dengan diplomasi.
Di rumah inilah sering diadakan berbagai pertemuan para pahlawan dengan Soekarno dalam menentukan arah perjuangan, sehingga Belanda akhirnya angkat kaki dari nusantara. Perjuangan Inggit dalam membantu sukarno sangat besar,jiwa raga di abadikan untuk membantu Soekarno. Dari mulai kedatangannya ke Bandung untuk bersekolah sampai memimpin pergerakan melawan belanda.
Ada sebuah pepatah yang mengatakan seorang laki laki sukses,di belakangnya pastilah berdiri seorang perempuan hebat. Pepatah ini benar adanya apabila di rujuk pada kehidupan Soekarno ketika berjuang melawan kolonial Belanda. Di rumah sederhana yang pernah mereka tinggali ini,sekarang berisi beberapa peninggalan kedua pahlawan ini terutama foto foto semasa perjuangan dahulu.
Setiap harinya ada saja pengunjung yang datang ke rumah ini,selain melihat berbagai peninggalan,ada sebuah renungan bagi kita yang mengunjungi rumah ini,bahwa perjuangan melepaskan diri dari kolonialisme itu di tebus dengan perjuangan panjang di sertai darah dan air mata.oleh karena itu,isilah kemerdekaan dengan hal hal yang berguna bagi nusa bangsa dan agama mu.
Dari Ciateul perjalanan dilanjutkan menuju gedung Indonesia menggugat,gedung ini dulu nya merupakan bekas pengadilan kolonial.keberadaan gedung ini sangat erat kaitan nya dengan perjuangan sukarno,di tempat inilah sukarno membacakan pledoi Indonesia menggugat yang pada saat itu mengguncang dunia.dan peran ibu inggit dalam perumusan pledoi ini sangat vital,beliau lah yang menyelundupkan buku buku referensi buat sukarno dalam menyusun pledoi ini.Di dalam gedung ini masih tersimpan satu set kursi pengadilan serta foto foto dari sukarno beserta kawan kawan sebelum mereka di adili di gedung ini.
Saat ini gedung yang masih tertata asri ini dijadikan tempat untuk menggelar berbagai diskusi mengenai kebangsaan,kegiatan kegiatan budaya,bahkan adakala nya di jadikan tempat pameran. Setiap harinya dibuka untuk umum, bila berkunjung ke gedung ini kita akan dibawa untuk bernostalgia mengenang kegigihan para pejuang dalam membebaskan bangsa ini dari cengkraman kolonialisme. ( BB/ E-001)***
Tradisi Nyangku di Panjalu
Sampurasun,DAERAH Panjalu ialah sebuah kota kecamatan yang berada di Kabupaten Ciamis. Panjalu terletak sekitar 100 km dari Kota Bandung. Topografi daerah ini merupakan perbukitan dengan daerah persawahan cukup mendominasi. Selain kaya akan hasil pertanian, di tempat ini terdapat beberapa lokasi wisata ziarah seperti Situ Lengkong. Di tengah Situ Lengkong ini terdapat sebuah pulau kecil bernama nusa gede. Di nusa gede inilah terdapat makam raja raja Panjalu.
Kerajaan Panjalu merupakan sebuah kerajaan termasyur. Syahdan menurut cerita yang diyakini oleh keturunan raja Panjalu, ketika kerajaan diperintah oleh Sanghyang Cakradewa mempunyai putra bernama Sanghyang Boros Ngora. Oleh Prabu Cakra Dewa, Boros Ngora diperintahkan untuk mencari ilmu yang berguna bila kelak ia memimpin kerajaan Panjalu.
Singkat cerita segala ilmu kejayaan telah didapat Boros Ngora, namun semua itu tidak menyenangkan ayah handanya, sampai kemudian pencarian ilmunya menuju ke Jazirah Arab. Di kota Makkah dia belajar dari Sahabat Nabi Sayidina Ali ra. Karean tertarik pada ajaran Islam ia berguru selama bertahun tahun. Ketika masa bergurunya selesai, ia dibekali tongkat, pedang serta pakaian haji dari Sayidina Ali, kemudian Boros Ngora berjanji menyebarkan agama Islam di tanah kelahirannya.
Dari makkah tidak lupa membawa air zamzam. Sesampainya di Panjalu air ini kemudian dicurahkan dan akhirnya menjadi situ Lengkong. Tidak lama kemudian ia diangkat menjadi raja di Panjalu. Keturunan dari Sanghyang Boros Ngora inilah yang kemudian dimakamkan di Nusa Gede. Dengan demikian dapat disimpulkan para peziarah mendatangi Panjalu, karena terdapat makam para penyebar agama Islam di Jawa Barat.
Ada sebuah tradisi yang telah berlangsung secara turun temurun yaitu tradisi “Nyangku.” Biasanya ritual ini dilakukan pada bulan Maulud. Malam sebelum puncak acara digelar berbagai jenis kesenian tradisi seperti pencak silat, gembyung serta berbagai jenis tari tarian. Ketika malam semakin larut, tampilah seorang sesepuh ke tengah pagelaran acara dengan gerak sigap memperagakan berbagai jenis jurus pencak silat.
Dan ketika penonton terkesima beberapa orang menghampiri sang tokoh yang tengah memperagakan beberapa jurus,sesaat kemudian muncul beberapa orang menghantamkan balok ke bagian kepalanya. Ajaibnya balok balok tersebut terbelah, selanjutnya bambu serta berbagai macam kayu lainnya hancur.
Kemudian murid muridnya melanjutkan atraksi, bahkan yang ini lebih seru, mereka memainkan sepak bola yang terbuat dari buah kelapa yang di bakar. Jadi mereka menendang dan menyundul kelapa yang dipenuhi bara api. Atraksi tersebut sangat memukau, namun semua ini harus dilakukan oleh orang yang ahli disertai latihan intensif bertahun tahun. Apabila orang awam melakukannya dikhawatirkan mengakibatkan kecelakaan fatal.
Sebagai tradisi turun temurun, kegiatan ini selalu mengundang pengunjung dari berbagai daerah. Dinas Pariwisata menetapkan tradisi ini sebagai salah satu kegiatan rutin pariwisata di Ciamis. Salah satu alasannya selain melihat tradisi unik, para pengunjung bisa juga menikmati eksotisme situ lengkong dengan pemandangan indah serta ratusan kelelawar bergelantungan di habitat aslinya. (BB/E-001)***
Thursday, February 09, 2012
Event : Lomba Presenter dalam Bahasa Sunda

Sampurasun,
Dalam Menyambut Hari Bahasa Ibu Sedunia 21 Februari 2012
Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat bekerja sama dengan Bandung TV
Menyelenggarakan Kegiatan Tahunan
LOMBA PRESENTER dalam BAHASA SUNDA 2012
KATEGORI REMAJA dan DEWASA
PENYELENGGARAAN :
Babak Penyisihan Tanggal 23 Februari 2012
Babak Final Tanggal 25 Februari 2012
bertempat di BANDUNG INDAH PLAZA Lt.3 Jl.Merdeka - Bandung
SYARAT :
1. Laki - laki atau perempuan
2. Berpenampilan menarik
3. Batasan umur :
- Kategori Remaja 16 s.d 18 tahun
- Kategori Dewasa 19 s.d 21 tahun
4. Bisa berbahasa Sunda
5. Berwawasan luas
6. Membayar biaya pendaftaran sebesar Rp. 50.000,- ( sudah termasuk snack, merchandise dan piagam dari Bandung TV )
7. Menyerahkan satu buah fotocopy KTP/Kartu Tanda Mahasiswa/Kartu Pelajar
8. Melampirkan satu buah foto close-up
9. Jumlah peserta terbatas hanya untuk 50 orang per kategori
PENDAFTARAN :
Gedung PERS BANDUNG ( BANDUNG TV )
Jl. Pacuan Kuda No.63 Arcamanik Bandung
telp. 022 - 7213862/63
dari tanggal 30 Januari s.d 20 Februari 2012 setiap hari kerja.
Juara I,II dan III akan mendapatkan Hadiah Berupa Uang, Tropi, dan Piagam
dan berkesempatan dikontrak sebagai presenter oleh Bandung TV
Ayo daftar sekarang juga....
"Basa Sunda Basa Urang Sarerea"
Hurip Sunda !
cp: Elby ( 022 - 92795254 ) dan Wida ( 08522166641 )
atau telpon ke Bandung TV pada saat jam kerja dengan menghubungi sdri Elby atau Wida.
*Technical meeting di Bandung TV pada hari Senin, 20 Februari 2012 pkl. 14.00 Wib.
Subscribe to:
Posts (Atom)



